Sepenggal Catatan dari Seberang


Romo Fariz Paut, Pr*

“Mata Tuhan menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatanNya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia” (2 Tawarikh 16:9).

12 Desember 2013 tahun kemarin, seperti yang sudah-sudah, saya dan beberapa teman melakukan pelayanan Natal dan Tahun Baru dengan mengarungi lautan Pasifik, menjejaki pesisir pantai putih, menyusuri rimbunan pepohonan alam, menuju tempat-tempat yang menantikan kabar sukacita keselamatan Allah. Inilah daerah pantai Barat Simatalu—Simalegi Kecamatan Siberut Barat, Kabupaten Kepulauan Mentawai yang menantang sekaligus memberi inspirasi dalam pelayanan.

Kami mencoba mengambil gambar-gambar bangunan Gereja untuk menjadi doa dan pengalaman kita bersama terlebih bagi mereka yang belum pernah melihat bahwa di Simatalu juga, kita memiliki umat dan gerejanya.
Selamat melihat-lihat dan semoga membantu kita semua………..
Slide1

Gereja Saikoat dengan 50 Kepala Keluarga dan kurang lebih 268 jiwa. Penduduk yang mayoritas petani ini mempunyai beberapa suku besar seperti: Siritoitet, Salembekeu, Sagelak, Sagoukgouk, Saegek, Siribere, Tataoinan. Dengan menempuh tiga jam perjananan tepi pantai (7 KM), anda sudah akan sampai dan bertemu dengan desa kecil ini.
Slide3

Kalau anda berjalan lagi menyusuri pantai kira-kira satu setengah jam (6,5 KM), maka anda akan bertemu lagi dengan sebuah Dusun bernama Limu. Gerejanya adalah St. Yohanes Sipasirau Limu dengan 76 KK dan kurang lebih 330 jiwa umat Katoliknya.

Slide5

Gereja Santa Clara Bojo, 6 KM arah Barat (1 jam perjalanan kaki). Ada sekitar 37 KK dangan 185 jiwa umat Katoliknya. Jika anda sudah sampai di Bojo, anda sudah kira-kira 20 KM berjalan menyusuri tepi pantai.

Slide6

Gereja di atas perbukitan Simalibeg, mereka menamainya dengan Gereja St. Petrus. Ada dua Dusun di sini: Dusun Simalibeg dengan 60 KK dan Dusun Muntei dengan 80 KK. Jadi ada sekitar kurang lebih 1000 jiwa umat katoliknya di sini. Anda cukup melewati jalan sibau yang panjangnya 4 KM dengan jarak tempuh kaki satu setengah jam pendakian dan penurunan tajam.

Slide7
Panorama sebuah keluarga dari desa Muntei yang sedang mengolah sagu.

SAMPAI JUMPA PADA CERITA-CERITA SELANJUTNYA …

* Imam Keuskupan Agung Kupang yang berkarya di Keuskupan Padang

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: