SUARA GEMBALA NATAL


Saudara-saudari terkasih,

Di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi, khususnya komunikasi, tetapi sekaligus krisis kepercayaan dalam dunia, kita merenungkan kembali peristiwa kelahiran Tuhan kita Yesus Kristus. Kita mengenang peristiwa ini dengan penuh syukur. Kita berterima kasih bahwa peristiwa kedatangan Yesus penyelamat selalu membaharui lingkungan hidup kita dalam persahabatan dengan Allah dan sesama. Kita juga sadar akan perutusan Kabar Gembira yang sudah kita perbaharui selama Tahun iman. Rasul Paulus berkata: “Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia yang dikasihi-Nya” (Ef 1:5-6).

Peristiwa kelahiran Tuhan Yesus adalah peristiwa keluarga kita  masing-masing. Kita bergerak, berusaha dan berjuang untuk membangun serta memenuhi kebutuhan keluarga, agar kita hidup berkecukupan dalam keadaan rukun damai. Kita selalu berharap bahwa keluarga kita hidup rukun dan berpenghidupan layaknya manusiwi. Keluarga kita berterimakasih kepada Tuhan, karena perjalanan bersama di dalam hidup keluarga tumbuh dan berkembang, biarpun banyak tantangan, kesulitan dan bahkan ketakutan. Kita harus selalu awas agar keluarga kita bebas dari perilaku menyimpang seperti narkoba dan sadar akan bahayanya yang dapat menimpa, bahkan menghancurkan keutuhan keluarga-keluarga kita. Kita rindu hidup dalam damai dan “Bukan hanya itu saja! kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima perdamaian itu” (Rom 5:10).

 

Saudara-saudari terkasih,

Peristiwa kelahiran Tuhan Yesus adalan tanda undangan Allah untuk hidup dalam damai yang terbuka dan penuh rasa gembira dengan semua orang, tanpa membedakan. Olehnya, kita merayakan Natal dalam kegembiraan batiniah yang terungkap dalam sapaan Natal bersama-sama. Peristiwa Natal juga senantiasa mengingatkan kita akan kesederhanaan hidup: ” Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkan dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana” (Rom 12:16).

Kita bekerja dengan tekun karena semangat Natal, agar damai Natal hadir dalam diri kita dan lingkungan hidup kita. Natal itu pula mendorong kita untuk sadar akan panggilan serta perutusan ekologis, yaitu membangun kehadiran yang menyumbang bagi keseimbangan serta keutuhan ciptaan.   Dengan kesadaran ekologis, kita menyumbang bagi perbaikan iklim dan pada gilirannya menyokong kedaulatan pangan bagi semua. Inilah bagian utuh dari hidup damai dengan seluruh alam ciptaan Tuhan.

Dengan merayakan kembali peristiwa kelahiran Tuhan Yesus, kita menemukan kembali perutusan untuk hidup berbagi dengan rendah hati, agar keadilan serta perdamaian meraja dalam perjalananan hidup bersama, dalam persekutuan gerejawi dan masyarakat luas.  Sebagaimana Yesus lahir dalam kesederhanaan manusiawi, demikian pula kita mendapat sentuhan baru untuk melangkah dengan hati penuh damai di tengah peristiwa-peristiwa dunia yang menyedihkan dan menakutkan akibat keserakahan manusia. Damai dan ketentraman Natal memberikan semangat baru, agar kita membangun tata kelola hidup yang bebas dari korupsi, bersih dari barkoba, bersahabat dengan sesama dan rela berbagi dalam kepemilikan. Oleh karena itu, “selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman” (Gal 6:10).

 

Saudara-saudari terkasih,

Peristiwa Natal mengingatkan juga akan tangungjawab sosial kita. Kita harus peduli akan sesama, khususnya mereka yang selalu berada dalam kekurangan akibat kemiskinan atau perlakuan yang tidak adil. Keadaan demikian, yang menghancurkan rasa damai, hendaknya mendorong kita untuk berani melakukan sesuatu demi perubahan serta perbaikan yang bercorak manusiawi. Sesunguhnya, masyarakat konsumeristik sekarang ini semakin menjerumuskan manusia ke dalam persaingan yang tidak sehat, sehingga peduli sesama semakin merosot. Kita ingat persoalan lapangan kerja dan penderitaan para pekerja baik di dalam negeri maupun mancanegara. Kita lihat kehadiran alat-alat komunikasih digital yang tanpa disadari juga semakin memiskinkan banyak orang hanya karena keinginan untuk memilikinya. Akibatnya, rasa damai memudar, bahkan menimbulkan perilaku-perilaku yang menyimpang dalam hampir semua segi kehidupan bersama.

Marilah kita menghadapinya dengan kesabaran, penuh kegembiraan Natal yang menguatkan kita untuk berharap akan kehidupan yang lebih baik dalam keadilan dan perdamaian, karena ” Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, Yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring  di dalam palungan” (Luk 2:11-12).

Pada masa Natal tahun 2013, mudah-mudahan kita berani merenungkan kebaikan Tuhan yang nyata dalam diri Yesus Kristus. Kita mengungkapkan kembali bela rasa dan peduli kita akan sesama yang hidup dalam kekurangan. Kita sadar kembali untuk berbuat baik, bermurah hati dan bergairah demi hidup rukun damai dalam keluarga dan lingkungan hidup kita. Kita mudah-mudahan hidup berdasarkan kerja  kita dan tidak melibatkan diri dalam kejahatan sosial yang merugikan diri kita dan orang lain. Inilah kesadaran akan damai sejahtera Natal! Inilah perayaan Natal yang bermakna dan bermartabat anak-anak Allah!

Dalam nada sadar ini, saya mengucapkan “Selamat Hari Raya Natal 2013 dan Selamat Tahun Baru 2014”!

 

Diberikan di Kupang, 15 Desember 2013,

Salam dan berkat,

Uskup Petrus Turang

Uskup Keuskupan Agung Kupang

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: