Pesan Akhir Tahun 2012 – Uskup Agung Kupang


Pesan Akhir Tahun 2012

Uskup Agung Kupang

Perjalanan hidup kita penuh dengan tantangan, bahkan kebingungan dan ketidak-pastian. Kita telah mendapat pengharapan yang pasti dalam diri Pribadi Yesus Kristus. Oleh karena itu, kita harus memandang perjalanan hidup kita dalam Cahaya ilahi yang bersinar dalam dunia karena penjelmaan Yesus Kristus. Kita semua bersyukur kepada Tuhan Allah atas anugerah yang sudah kita terima selama tahun lampau, terutama yang terungkap dalam sikap semua orang yang berkehendak baik dan berkenan kepada-Nya.

Di tengah aneka krisis kemanusiaan yang meliputi iman kepercayaan, sosial, ekonomi, politik dan budaya, umat Kristiani mendapat dorongan baru untuk mengupayakan pembaruan hati nurani. Pembaruan hati nurani kita berhubungan dengan sikap kita terhadap sesama. Kita belajar bagaimana Yesus Kristus bersikap terhadap kita: Dia baik dengan semua orang dan menghadirkan kebaikan bagi semua, tanpa membedakan.

Pergumulan dalam bidang sosial politik selalu mengundang pelbagai sikap mencari keuntungan. Nyatanya memang baik demikian, tetapi haruslah terbukti dalam membangun kesejahteraan bersama, agar kehidupan sosial politik kita semakin kuat dan mantap dalam menggerakkan kebersamaan yang damai sejahtera. Kepentingan dan keuntungan harus berfaedah bagi kemaslahatan bersama menurut tanggungjawab masing-masing. Pergumulan kepemimpinan masyarakat haruslah diupayakan dengan sikap dan tindakan yang berkarakter manusiawi, agar pesta demokrasi sesungguhnya membawa keadilan dan perdamaian.

Pergumulan sosial ekonomi harus membuka peluang bagi semua untuk membangun kemandirian hidup. Dengan demikian lapangan kerja yang terbuka bagi semua akan memantapkan kemampuan gerak sosial ekonomi bersama, terutama dalam menghadapi arus globalisasi yang semakin kuat. Oleh karena itu, pemerintah, dunia pasar dan masyarakat seluruhnya harus bekerjasama demi menumbuhkan kekuatan sosial ekonomi yang secara kolaboratif memerdekakan semua  orang dari aneka kekurangan. Solidaritas yang benar, yaitu kemandirian bersama, akan menjadi senjata pemungkas dalam menghilangkan kemiskinan dalam masyarakat kita.

Pergumulan sosial-budaya hendaknya mendorong pendidikan nilai dalam masyarakat kita. Tanpa pendidikan nilai yang baik dan benar, masyarakat kita selalu akan menghadapi pelbagai pertikaian serta perselisihan yang merugikan kebersamaan lingkungan hidup kita. Dengan pendidikan nilai yang membangun kemanusiaan yang adil dan beradab, masyarakat kita semakin  mampu menghindari pelbagai jenis dan bentuk kekerasan, diskriminasi dan korupsi dalam perjalanan hidup bersama. Tempat dan ruang utama pendidikan nilai adalah keluarga, karena di dalam keluarga manusia mengalami relasi manusiawi yang paling unggul, yaitu pendidikan sikap dan tindakan rela berbagi dalam suasana bersaudara.

Pergumulan bersama sebagai umat beriman dengan keyakinan yang berbeda merupakan anugerah kekayaan yang dianugerahkan Tuhan kepada masyarakat kita. Kerjasama antarumat beragama dalam membangun kebersamaan yang rukun dan saling menghormati hendaknya menjadi perhatian serta kepedulian utama masing-masing agama. Tanpa sikap saling menghargai dan saling menghormati seluruh perkembangan masyarakat kita akan merosot, hancur dan menjadi bencana yang sangat merugikan masyarakat kita. Kerukunan hidup antarumat beragama hanya mungkin terlaksana secara dinamis, jika semua penganut agama memahami agamanya masing-masing dan belajar menjadi kaya dengan nilai-nilai rohani yang tumbuh dalam agama berbeda dengan sikap saling menghormati.

Dalam seluruh perjuangan bersama, kita hendaknya memerhatikan kelestarian seluruh alam tercipta, agar lingkungan hidup kita semakin tersedia untuk menjamin kehidupan yang berkelanjutan secara manusiawi. Dengan demikian pembaruan hati nurani akan menjadi daya bersama yang kuat untuk membangun nilai-nilai kebangsaan, dengan mana kita mendorong dinamika kehidupan yang berselimutkan sikap rela berbagi dalam peradaban kasih. Umat kristiani wajib melibatkan diri untuk membangun kesejahteraan bersama, karena kenangan kelahiran Kristus sudah membubuhkan cahaya baru untuk menjadi terang dunia. Dengan berkarya dalam kejujuran dan penuh tanggungjawab, umat Kristiani menghadirkan serta menyebar-luaskan tanda-tanda Kerajaan Allah. Dengan melakukan karya kemanusiaan dalam lingkungan dunia kita, umat Kristiani menebarkan dan mengembangkan peradaban kasih, karena senjata Kristus adalah kasih persaudaraan.

Dengan pesan ini, saya mengucapkan “selamat menjalani Tahun Baru 2013”, masa yang dianugerahkan Tuhan Allah bagi kita untuk menemukan dan berbagi kasih karunia-Nya dalam perjalanan hidup bersama di dunia kita. Umat kristiani sadar akan kekuatan yang dianugerahkan oleh Cahaya Ilahi Kelahiran Tuhan Yesus Kristus, yang diutus ke dalam dunia untuk mewartakan dan mewujudkan peradaban kasih Bapa-Nya.

Kupang, 30 Desember 2012.

Salam hormat dan berkat,   +  Petrus Turang

Advertisements

Tagged:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: